PELIK


Ramadhan pelik
tak pernah lengang dahaga
meski rahmat kerap mengguyur kota. 
Beragam kecamuk meluap
fisik menggertak
batin mengeram
tapi..... 
Bumi masih saja bungkam. 
Ribuan upaya dikerahkan
jutaan materi dikorbankan
tetap saja tak merubah keadaan. 
Bukan, 
bukan, 
bukan Bumi yang terus membungkam. 
Mengapa ego selalu terdepan?
Mengapa sulit menyadarkan? 
Toleransi tak hanya lisan
menghargai tak hanya dengan perasaan, 
ini tentang tindakan. 
Bukan hanya Ramadhan pelik;
tiap masa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terkunci dalam Diam

sebut saja alkisah...

Percaya